Pohon buah rajin berdaun tapi jarang berbuah, kenapa?
Daunnya hijau pekat, cabangnya rimbun, tunas baru terus keluar. Tapi musim berganti dan buahnya tidak ikut datang. Penyebabnya sering ada di umur, cahaya, pupuk, atau cara perawatan, dan sebagian besar bisa dicek sendiri tanpa mengeluarkan uang.
Apa tanda pohon hanya sibuk membesarkan daun?
Pohon punya dua kesibukan besar: tumbuh (daun, cabang, akar) dan berbuah (bunga lalu buah). Keduanya berebut tenaga yang sama. Kalau yang menang selalu urusan tumbuh, kuncup bunga tidak sempat terbentuk.
Tandanya mudah dikenali. Daun besar dan gelap, ranting memanjang cepat, tunas baru muncul terus, sementara di musim bunga pohon tetangga yang sejenis sudah berkuncup dan pohon Kakak masih polos.
Apakah pohonnya memang belum waktunya berbuah?
Ini yang paling sering terlewat. Menurut ulasan Liputan6 tentang pohon yang tidak berbuah, mangga yang tumbuh dari biji bisa butuh sekitar 5 sampai 6 tahun sebelum berbuah, sedangkan bibit hasil okulasi atau cangkok lebih cepat, sekitar 4 tahun. Tiap jenis punya umur berbuahnya sendiri.
Cara cek. Ingat kapan pohon ditanam dan dari apa asalnya: biji, okulasi, atau cangkok. Tanyakan ke penjual bibit atau kebun pembibitan berapa lama jenis itu biasanya mulai berbuah. Kalau umurnya belum sampai, tugas Kakak hanya merawat dan menunggu.
Apakah pohonnya cukup kena matahari?
Pohon buah umumnya butuh sinar matahari langsung. Beberapa panduan menyebut minimal 6 sampai 8 jam per hari. Liputan6 juga mencatat bahwa cabang yang tumbuh terlalu rapat dan memanjang menghambat cahaya masuk ke bagian dalam tajuk, dan membuka tajuk lewat pemangkasan memperbaiki sirkulasi udara.
Cara cek. Berdiri di bawah pohon sekitar tengah hari. Kalau hampir tidak ada sinar yang tembus ke tanah dan ke bagian dalam tajuk, pohonnya terlalu rapat. Perhatikan juga apakah ada bayangan bangunan yang menutup sebagian besar hari.
Apakah pupuknya terlalu banyak nitrogen?
Nitrogen adalah unsur yang mendorong daun dan batang. Ulasan Liputan6 menyebut pupuk bernitrogen tinggi menambah pertumbuhan daun dan menekan pembentukan bunga, dan ini sering terjadi pada mangga, pisang, dan rambutan.
Cara cek. Tulis pupuk apa saja yang Kakak berikan setahun terakhir dan seberapa sering. Baca kemasan: kalau angka N pada NPK jauh lebih besar dari P dan K, pupuk itu condong ke pertumbuhan daun. Ulasan yang sama menyarankan memilih NPK dengan P dan K lebih tinggi dari N.
Apakah ada masalah air, hama, atau pemangkasan?
Pohon yang kekeringan berat akan stres, tapi tanah yang tergenang juga merusak akar. Pada mangga dewasa, sebagian panduan menyebut periode lebih kering justru membantu memicu bunga, jadi penyiraman berlebihan di waktu yang salah bisa ikut menahan pohon.
Pemangkasan yang keliru juga bisa memancing tunas daun baru tanpa bunga. Hama dan penyakit melemahkan pohon, dan wereng pada bunga mangga sering disebut sebagai penyebab bunga rontok sebelum jadi buah. Terakhir, penyerbukan: hujan deras, angin kencang, atau dingin saat berbunga, serta sedikitnya lebah dan kupu-kupu di sekitar pohon, bisa membuat bunga ada tapi buah tidak jadi.
Bagaimana kalau pohon sudah berbunga tapi buahnya tidak jadi?
Ini masalah yang berbeda dan penanganannya juga lain. Bunga yang banyak tapi tidak jadi buah biasanya menunjuk ke penyerbukan: hujan deras atau angin kencang saat bunga mekar, atau serangga penyerbuk yang sedikit. Pada pohon yang justru berbuah terlalu banyak, buah saling berebut hara sehingga hasilnya kecil dan mutunya turun. Ulasan Liputan6 menyarankan menjarangkan buah, membuang buah yang sakit atau cacat, dan membungkus buah dengan kertas atau plastik berlubang agar terlindung dari hama dan penyakit.
Bagaimana cara tahu langkah mana yang berhasil?
Pohon bereaksi lambat, jadi ingatan saja tidak cukup. Buat catatan sederhana di buku atau ponsel: tanggal pemangkasan, pupuk apa yang diberikan dan berapa banyak, kapan kuncup pertama terlihat, kapan bunga mekar, dan berapa buah yang jadi. Setelah satu musim, Kakak bisa membandingkan dengan musim berikutnya dan melihat perubahan mana yang benar-benar berpengaruh. Ubah satu atau dua hal sekaligus, jangan semuanya, supaya sebabnya tidak tercampur.
Kalau Kakak ragu soal jenis pohon tertentu, penyuluh pertanian di kecamatan atau penjual bibit setempat biasanya paham kebiasaan berbunga jenis itu di daerah Kakak. Tanyakan sambil membawa catatan tadi.
Apa yang bisa dilakukan tanpa membeli produk?
- Pastikan umur pohon sudah cukup untuk jenisnya.
- Buka tajuk. Pangkas ranting yang tidak produktif, tumpang tindih, atau mengarah ke dalam, supaya cahaya dan angin masuk. Pangkas ringan, jangan sekaligus banyak.
- Kurangi pupuk tinggi nitrogen, terutama menjelang musim bunga. Pakai kompos atau pupuk kandang matang secukupnya.
- Siram teratur sesuai jenis dan cuaca, dan pastikan air tidak menggenang di sekitar akar.
- Tanam bunga penarik serangga di dekat pohon. Kalau serangga sedikit, penyerbukan bisa dibantu dengan tangan.
- Periksa ujung bunga dan daun muda secara berkala. Hama yang ketahuan awal lebih mudah ditangani.
- Beri waktu satu musim berbunga sebelum menilai hasilnya.
Teknik memaksa pohon berbunga, seperti mengerat kulit batang atau melilit cabang dengan kawat, memang beredar di banyak panduan. Teknik itu bisa melukai pohon kalau salah takaran, jadi tanyakan dulu ke penyuluh pertanian atau petani berpengalaman untuk jenis pohon Kakak.
Kapan pupuk pelebat buah bisa membantu?
Setelah langkah di atas dijalankan, ada situasi yang masuk akal untuk menambah pupuk: umur pohon sudah cukup, matahari cukup, tajuk sudah terbuka, pupuk nitrogen sudah dikurangi, tapi bunga masih sedikit atau buah muda sering rontok.
Pupuk Pelebat Buah di Lumbira ditujukan untuk fase itu. Produk ini membantu, ia tidak menggantikan matahari, air yang cukup, dan pohon yang sehat. Takaran dan jadwal pakainya mengikuti petunjuk di kemasan.
Sudah cek semuanya dan siap menambah pupuk?
Lihat cara pakai dan isi paketnya dulu. Bayar di tempat tersedia untuk alamat yang terjangkau COD.
Lihat Pupuk Pelebat BuahBaca juga
Rujukan: Liputan6, cara mengatasi pohon buah tidak berbuah dan Ruparupa, cara merawat pohon mangga. Hasil tiap kebun berbeda, tergantung jenis pohon, tanah, dan cuaca.